Home » Penyakit » Gejala Aterosklerosis Penyebab Pengobatan dan Pencegahan

Gejala Aterosklerosis Penyebab Pengobatan dan Pencegahan

Gejala aterosklerosis, penyebab, pengobatan dan pencegahannya akan menjadi bahasan utama di situs artikel kesehatan terbaru kali ini, setelah sebelumnya kita bersama-sama mendalami penyakit jantung koroner. Namun sebelum kita melangkah lebih jauh, ada baiknya jika kita mulai dengan mengenali dan memahami apa itu aterosklerosis.

Gejala Aterosklerosis Penyebab Pengobatan dan Pencegahan

Definisi aterosklerosis

Tahukah Anda bahwa penyakit Aterosklerosis (atherosclerosis) merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit, dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur. Ada juga yang menyebutnya dengan pembuluh arteri yang mengeras. Penyakit yang paling penting dan paling sering ditemukan adalah aterosklerosis, dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam dari dinding arteri.

Aterosklerosis (atherosclerosis) adalah kondisi dimana material lemak menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri. Material lemak ini semakin tebal dan semkin keras (membentuk deposit kalsium), dan akhirnya dapat menyumbat arteri. Aterosklerosis adalah kondisi di mana terjadi penyempitan dan pengerasan di dalam pembuluh darah arteri akibat pengendapan kolesterol dan zat-zat lemak lainnya. Penyakit ini juga dikenal dengan istilah pengapuran pembuluh darah.

Awalnya, kolesterol yang dibawa oleh darah menumpuk. Semakin lama, tumpukan kolesterol itu akan mengeras dan mempersempit saluran pembuluh darah. Akibatnya, terjadi gangguan peredaran darah dan oksigen dalam tubuh.
Aterosklerosis merupakan salah satu jenis arteriosklerosis (arteriosclerosis), walaupun kedua istilah tersebut seringkali disamakan penggunaannya.

Gejala dan tanda-tanda aterosklerosis

Aterosclerosis terbentuk secara bertahap. Biasanya tidak akan muncul gejala aterosklerosis sampai arteri sangat menyempit atau tersumbat sehingga tak dapat menyuplai cukup darah ke organ dan jaringan. Terkadang bekuan darah benar-benar menyumbat aliran darah, atau bahkan terpecah dan menyebabkan bekuan darah yang dapat memicu serangan jantung atau stroke.

Gejala aterosclerosis didasarkan pada arteri mana yang terkena. Sebagai contoh:

  • Jika anda memiliki aterosklerosis di dalam arteri jantung, anda mungkin memiliki gejala yang sama dengan serangan jantung lain, seperti sakit pada dada (angina)
  • Jika anda memiliki aterosklerosis di dalam arteri yang menuju otak, anda mungkin memiliki gejala seperti mati rasa secara tiba-tiba atau lemah pada lengan atau kaki, sulit berbicara atau berbicara melantur, atau otot wajah yang terkulai
  • Jika anda memiliki aterosklerosis pada arteri di lengan dan kaki, anda mungkin memiliki gejala peripheral arterial disease, seperti sakit pada kaki ketika berjalan.

Ada beberapa hal yang perlu Anda waspadai karena bisa jadi beberapa hal di bawah ini adalah awal atau tanda-tanda peringatan dari kemunculan aterosklerosis, antara lain:

1. Sakit Kepala

Meskipun sakit kepala merupakan reaksi dari banyak penyebab seperti stres atau kelelahan, sakit kepala kronis juga bisa menjadi tanda terjadinya penyempitan atau pengerasan arteri.

2. Kehilangan Memori

Berkurangnya aliran darah melalui arteri otak dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi serta kehilangan memori. Waspada, kehilangan memori juga bisa menjadi tanda aterosklerosis akibat tersumbatnya arteri otak yang menyuplai oksigen dan nutrisi bagi otak.

3. Nyeri Dada

Ketika plak terbentuk dalam arteri jantung dan menghambat aliran darah, nyeri dada dapat terjadi. Saat mengalami nyeri dada, segera temui dokter karena kondisi ini dapat menjadi gejala akan terjadinya serangan jantung.

4. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi sering menyertai kondisi seperti aterosklerosis. Seseorang dengan tekanan darah tinggi harus memonitor tekanan darahnya serta mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter.

5. Cepat Lelah

Perhatikan terjadinya kelelahan yang tidak biasa. Berkurangnya aliran darah melalui arteri dapat menyebabkan seseorang merasa cepat lelah tanpa sebab yang jelas.

6. Peningkatan Kadar Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi adalah salah satu tanda peringatan utama yang berhubungan dengan aterosklerosis. Seseorang dengan kadar kolesterol tinggi, harus memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter perihal metode yang paling tepat untuk mengurangi kadar kolesterol yang tinggi.

7. Nyeri Otot

Berkurangnya aliran darah melalui arteri dapat menyebabkan rasa sakit atau kram di lengan atau kaki.

Penyebab dan faktor risiko aterosklerosis

Aterosklerosis merupakan salah satu penyakit yang lamban dan berkembang secara bertahap. Penyakit ini dapat dimulai pada awal masa anak-anak. Meskpun penyebab pasti belum diketahui, ilmuwan mencurigai bahwa aterosklerosis dimulai dengan kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri. Kerusakan mungkin disebabkan oleh:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kolestrol tinggi
  • Iritan, seperti nikotin
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes

Sekali dinding bagian dalam arteri rusak, sel darah yang disebut platelet sering menggumpal dan mencederai tempat tersebut untuk mencoba memperbaiki arteri sehingga menimbulkan pembengkakan. Seiring waktu, plak yang terbentuk dari kolestrol dan zat ampas lain juga berkumpul pada tempat cedera ini, mengeras dan mempersempit arteri. Organ dan jaringan yang dihubungkan dengan arteri yang tersumbat tersebut kemudian tidak menerima cukup darah untuk berfungsi secara baik.

Lama kelamaan sebagian plak tersebut mungkin pecah dan masuk ke dalam aliran darah. Ini dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah dan merusak organ, seperti pada serangan jantung. Bekuan darah dapat juga dihantarkan ke bagian lain dari tubuh dan sebagian atau seluruhnya menyumbat aliran darah ke organ tubuh lain.

Perlu diwaspadai, bahwa risiko terjadinya aterosklerosis meningkat pada:

  • Pengidap tekanan darah tinggi
  • Orang dengan kadar kolesterol tinggi
  • Perokok dan pengonsumsi alkohol
  • Diabetes (kencing manis)
  • Kegemukan (obesitas)
  • Malas berolah raga
  • Usia lanjut.
  • Sejarah keluarga dengan aneurysm atau sakit jantung dini

Pria memiliki resiko lebih tinggi daripada wanita.

Diagnosa aterosklerosis

Diagnosa perlu dilakukan untuk memastikan apakah seseorang benar-benar mengalami aterosklerosis. Sebelum terjadinya komplikasi, aterosklerosis mungkin tidak akan terdiagnosis. Sebelum terjadinya komplikasi, terdengarnya bruit (suara meniup) pada pemeriksaan dengan stetoskop bisa merupakan petunjuk dari aterosklerosis. Denyut nadi pada daerah yang terkena bisa berkurang.

Pemeriksaan untuk mendiagnosis aterosklerosis antara lain denagn dilakukan:

  • ABI (ankle-brachial index), dilakukan pengukuran tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan
  • Pemeriksaan Doppler di daerah yang terkena
  • Skening ultrasonik Duplex
  • CT scan di daerah yang terkena
  • Arteriografi resonansi magnetik
  • Arteriografi di daerah yang terkena
  • IVUS (intravascular ultrasound)

Pengobatan aterosklerosis

Setelah seseorang dipastikan menderita aterosklerosis maka dapat diberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah (contohnya kolestiramin, kolestipol, asam nikotinat, gemfibrozil, probukol, lovastatin). Selain itu, aspirin, ticlopidine dan clopidogrel atau anti-koagulan bisa diberikan untuk mengurangi resiko terbentuknya bekuan darah.

Angioplasti balon dilakukan untuk meratakan plak dan meningkatkan aliran darah yang melalui endapan lemak. Enarterektomi merupakan suatu pembedahan untuk mengangkat endapan.

Pembedahan bypass merupakan prosedur yang sangat invasif, dimana arteri atau vena yang normal dari penderita digunakan untuk membuat jembatan guna menghindari arteri yang tersumbat.

Pencegahan aterosklerosis

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Maka untuk mencegah aterosklerosis yang harus dihilangkan adalah faktor-faktor penyebab dan risikonya. Beberapa hal berikut ini adalah cara-cara sederhana sebagai upaya pencegahan aterosklerosis:

  • Menurunkan kadar kolesterol darah
  • Menurunkan tekanan darah
  • Berhenti merokok dan jauhi alkohol.
  • Menurunkan berat badan jika Anda merasa kegemukan.
  • Berolah raga secara teratur dan menjaga berat badan secara wajar serta normal.
  • Makan makan sehat seimbang. Hindari makanan berlemak, banyak makan sayuran dan buah.
  • Jika Anda mengidap diabetes, penyakit jantung atau stroke, rawat penyakit Anda dengan baik.

Semoga saja dengan membaca dan memahami apa saja gejala, tanda-tanda, penyebab aterosklerosis serta bagaimana cara pengobatan dan pencegahannya, kita semua dapat terhindar dari salah satu jenis penyakit berbahaya ini. Semoga kita semua senantiasa sehat selalu, aamiin..